Kategori
Uncategorized

Minuman Cap Tikus Khas Manado

Indonesia kaya adat istiadat, tiap-tiap tempat pasti ada makanan serta minuman khas. Berbagai olahan hal yang demikian menjadi kekayaan tersendiri untuk tanah air. Sebelum arak bintang klikwin88 digemari, ada banyak variasi variasi minuman alkohol tradisional khas yang menjadi primadona. Ucap saja, Tuak, Minuman, Saguer dan Cap Tikus.

Minuman Cap Tikus Khas Manado

Cap Tikus ialah minuman khas dari Manado, Sulawesi utara yang disebut oleh masyarakat sebagai minuman dewa. Bagaimana tak, meskipun dia diciptakan dari pohon Seho, kandungan alkohol yang ada konsisten saja dapat beralkohol. Cap Tikus yang mengandung 70% alkohol ini dapat dipasarkan bebas di toko-toko dan telah menjadi warisan adat istiadat.
Cocok ini telah diketahui semenjak lama oleh masyarakat Minahasa, dan biasanya di konsumsi oleh para ningrat atau oleh masyarakat awam dalam acara adat.

Cap Tikus Minuman khas Dari Manado

Cap Tikus ialah minuman keras (miras) yang cukup populer asal Minahasa.

Cap Tikus diciptakan dari sadapan air nira atau disebut dalam bahasa lokal dengan nama saguer yang kemudian disuling sampai menjadikan sebuah cairan mengandung alkohol dinamai cap tikus.

Denny Pinontoan, Sejarawan Minahasa mengatakan, cap tikus ini telah ada semenjak zaman kolonial Belanda.

Setidaknya ada dua versi berbeda asal muasal nama cap tikus. Salah satu versi, dikala minuman keras ini mulai populer, ada pedagang etnis cina menyertainya dengan label atau merek.

ejaan lama disebut Tjap Tikoes, itu diperkirakan telah ada semenjak 1920-1930-an.

Versi lainnya menceritakan, nama cap tikus itu dihubungkan dengan alat penyulingan dari bambu mirip jalan tikus.

Denni mengisahkan, cap tikus juga timbul dalam review info di De Tijd, koran katolik Belanda.

Dalam laporannya edisi 2 Desember tahun 1932 menceritakan, konsumsi minuman keras impor di Manado dan Minahasa pada biasanya mengalami penurunan pengaruh resesi ekonomi global tahun 1930-an

Kejadian meninggal sebab menenggak Cap Tikus sering kali sekali ditemukan oleh petugas keamanan. Mereka mencampur minuman hal yang demikian dengan racun atau apa saja yang dapat memberikan efek nge-fly. Sehingga petugas kepolisian terpaksa turun tangan dengan memasang spanduk-spanduk larangan untuk minum (secara khusus di Manado dan Minahasa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *